background:#000000 url(http://petir-project.googlecode.com/files/zuaz-petir.gif) no-repeat center fixed;

Kulit padi jaman dulu


Buah padi biasa, sekarang dengan mudah kita jumpai apalagi untuk melihat dan mendapatkannya. Tetapi buah padi yang diameter 29 cm, dan panjangnya kurang lebih 16 cm, hanya ada di kota Sekadau ini.
Karena bentuknya unik dan menarik, sangat perlu untuk disimak dan dikaji. Buah padi ini sudah tidak berisi lagi jadi tinggal kulitnya saja. Menurut sebagian masyarakat jalan Tamtama Desa Sungai Ringin, keberadaan padi tersebut usianya memang sudah cukup tua
Dikisahkan oleh masyarakat setempat, di zaman orang besar / Inik Kamonink (lebar dadanya tujuh asta), kurang lebih ratusan tahun yang lalu. Padi merupakan makanan pokok seperti layaknya kita sekarang.
Karena usianya sudah cukup lama, maka ada yang meyakini ( ditahyuli ) setiap ada musim tanam padi, kulit padi tersebut dikikis dan ditaburkan pada lahan (huma) yang akan ditanami padi, dengan harapan usahanya akan terhindar dari hama dan mendapat berkah dan safa’at, karena zaman sudah maju sekarang sudah tidak dilakukan lagi.
Sebenarnya padi ini utuh, karena banyak keluarga yang turun temurun ( pusaka), padi tersebut dibagi dua. Separuh ada di Sekadau, yang separuhnya lagi ada tersimpan pada kerabat turunannya di Landau Kodah seberang kapuas.

1 Comment:

  1. Unknown said...
    Tidak hanya di kota Sekadau aja yang ada punya aku juga ada

Post a Comment